Apa itu Activity-Based Costing (ABC)? Definisi, Konsep & Kapan Menggunakannya

Oleh Kita Konsul — 2 September 2026 · Diperbarui 2026

Ketika sebuah pabrik hanya membuat satu atau dua produk sejenis, menghitung biaya produksi relatif mudah. Masalah muncul saat produk semakin beragam: ukuran berbeda, batch kecil dan besar bercampur, dan mesin dipakai bersama. Pada titik inilah metode perhitungan tradisional mulai berbohong, dan Activity-Based Costing (ABC) hadir sebagai jawabannya.

Definisi Activity-Based Costing

Activity-Based Costing (ABC) adalah metode perhitungan biaya yang membebankan biaya overhead ke produk berdasarkan aktivitas yang benar-benar mengonsumsi sumber daya. Alih-alih menyebar biaya overhead dengan satu tarif rata-rata, ABC menelusuri biaya melalui rantai: produk mengonsumsi aktivitas, dan aktivitas mengonsumsi sumber daya.

Inti ABC: Biaya overhead tidak dikonsumsi oleh produk secara langsung, tetapi oleh aktivitas — seperti waktu mesin, proses setup, inspeksi kualitas, dan penanganan bahan. Produk yang banyak memakai aktivitas itulah yang harus menanggung biayanya.

Konsep Kunci dalam ABC

Untuk memahami ABC, ada tiga konsep yang perlu dikenal:

Langkah kerjanya: identifikasi aktivitas, kumpulkan biayanya ke dalam cost pool, tentukan cost driver untuk tiap pool, hitung tarif per driver, lalu bebankan ke produk berdasarkan pemakaian driver masing-masing.

Contoh Sederhana ABC

Bayangkan sebuah pabrik pengolahan ikan membuat dua produk: fillet premium dalam jumlah besar dan produk olahan khusus dalam batch kecil. Secara total, pabrik menghabiskan 1.000 jam mesin, tetapi produk batch kecil membutuhkan setup mesin yang jauh lebih sering per unitnya.

Metode tradisional membagi seluruh biaya overhead hanya berdasarkan jam mesin. Akibatnya, produk premium yang volumenya besar menanggung porsi overhead terbesar — sementara produk khusus sebenarnya lebih banyak "memakan" waktu setup, inspeksi, dan penanganan bahan. Hasilnya: biaya produk premium overstated dan produk khusus understated. Perusahaan bisa menjual produk khusus dengan harga yang merugi tanpa sadar, atau menetapkan harga premium terlalu tinggi sehingga kalah bersaing.

Dengan ABC, biaya setup dihitung berdasarkan jumlah setup, biaya inspeksi berdasarkan jumlah inspeksi, dan seterusnya. Hasilnya adalah biaya per produk yang mencerminkan kenyataan — dasar penetapan harga dan margin yang sehat.

Kapan Metode ABC Tepat Digunakan?

ABC bukan untuk semua perusahaan. Metode ini paling bernilai ketika:

Bagi perusahaan manufaktur dengan kondisi di atas, ABC sering menjadi fondasi menuju konsultasi akuntansi manufaktur yang sehat. Pelajari juga langkah-langkah menghitung HPP dengan ABC.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Activity-Based Costing

Apa itu Activity-Based Costing (ABC)? Activity-Based Costing (ABC) adalah metode perhitungan biaya yang membebankan biaya overhead ke produk berdasarkan aktivitas yang benar-benar mengonsumsi sumber daya, menggunakan cost driver seperti jam mesin atau jumlah setup.
Kapan metode ABC tepat digunakan? ABC paling tepat ketika perusahaan memiliki banyak produk/SKU, lini produksi yang dipakai bersama, dan biaya overhead yang kompleks — kondisi di mana metode tradisional menghasilkan biaya produk yang menyesatkan.
Apa bedanya ABC dengan metode costing tradisional? Metode tradisional membebankan overhead dengan satu tarif rata-rata. ABC menelusuri overhead melalui aktivitas dan cost driver sehingga biaya per produk mencerminkan konsumsi sumber daya yang sebenarnya.

Dugaan ada produk yang menjual rugi?

Konsultasi gratis 30 menit — kami bantu petakan biaya overhead Anda dengan metode ABC.

Chat WhatsApp